Siswa Tionghoa di Australia Dipanggil Waspada

Siswa Tionghoa di Australia Dipanggil Waspada

Siswa Tionghoa di Australia Dipanggil Waspada

Konsulat China di Melbourne memperingatkan trainee dari China untuk selalu waspada terhadap setting mereka. Panggilan telepon http://super1388.net ini dibuat ekstra intens dalam hasil kumpulan serangan.

“Baru-baru ini, ada banyak contoh pemogokan melawan murid China di Australia,” kantor konsuler tersebut menyatakan dalam sebuah pernyataan yang dibuat, seperti dikutip South China Morning Post

Meskipun konsulat tidak menentukan jumlah trainee yang menjadi korban, namun masih meminta orang dalam situasi berbahaya untuk berhubungan dengan pihak berwenang dengan cepat, atau merekam ke kantor konsuler jika mereka merasa berada dalam situasi berisiko.

“Kami mendesak Siswa Tionghoa di Australia Dipanggil Waspada untuk berjaga-jaga di tempat mereka berada di Australia,” lanjut deklarasi tersebut, yang ditulis dalam bahasa Mandarin.

Siswa Tionghoa di Australia Dipanggil Waspada

Pada bulan Oktober, tiga pelajar China diserang oleh 2 pemuda di sebuah terminal bus di Canberra. Menurut catatan, kedua pemuda tersebut meminta rokok dari ketiga siswa tersebut, namun permintaan mereka ditolak. Seorang peserta pelatihan bergegas ke pusat kesehatan setelah dipukuli dan juga kedua pemuda tersebut telah dijaga oleh polisi.

Hal ini memicu keberatan di kalangan orang Tionghoa yang tinggal di Australia. Mereka mendesak pemerintah kota untuk bertindak seketika. Menurut mereka, serangan tersebut dapat membahayakan rekam jejak Kangaroo Country sebagai negara bebas risiko bagi siswa internasional.

Dalam contoh yang jauh lebih serius, pada bulan Agustus, seorang mahasiswa Australia di Universitas Nasional Australia menyerang seorang profesor dan teman sekolah menggunakan tongkat baseball. 4 mahasiswa China terluka dan juga dilarikan ke fasilitas kesehatan.

Di Melbourne, pada bulan Juli, poster anti-Cina berada di dua perguruan tinggi kota ini. Memahami itu, otoritas akademis segera memindahkan poster dan juga menjajaki kasus tersebut.

Adanya Tindak Kekerasan Dalam Lingkup Mahasiswa

Australia telah berubah menjadi salah satu tujuan paling menonjol bagi trainee China. Pada tahun 2015, jumlah peserta yang belajar di Kangaroo Country adalah 27 persen, sesuai dengan data dari Australian Department of Education and Training.

Namun tekanan antara Canberra dan juga Beijing meningkat tahun lalu, tampaknya karena gangguan China dalam duina politik dan juga diplomasi Australia.

Senator Partai Buruh Australia Sam Dastyari mengungkapkan pengunduran dirinya baru-baru ini setelah dituntut karena memiliki kedekatan dengan “dermawan partainya”, yang terdiri dari pengusaha China-Australia Huang Xiangmo.

Selanjutnya, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull benar-benar mengingatkan China akan gangguannya dalam urusan politik Australia. Beijing menolak dan mendesak agar tuduhan tersebut berprasangka dan juga paranoid.

Universitas Australia Dituduh Berbagi Penelitian dengan China

Sebelumnya, mantan Petugas Pertahanan Australia Peter Jennings menginformasikan Program AM AB Radio bahwa kesempatan beberapa universitas melanggar peraturan teknologi modern yang dapat dimanfaatkan untuk angkatan bersenjata.

Peter mengatakan sudah saatnya Departemen Pertahanan melakukan investigasi menyeluruh.

“Departemen Pertahanan harus mulai memeriksa efisiensi universitas, karena kita berbicara tentang hasrat China, bukan kepentingan komersial, juga hasrat nasional atau keamanan Australia,” katanya, memperkirakan harga ABC Australia Plus pada hari Jumat (15/12). ).

Ada kebijakan ketat yang melarang berbagi penelitian yang dapat digunakan untuk tujuan militer oleh kemungkinan musuh Australia, termasuk China.

Menjaga Perdamaian Dalam Dunia Mahasiswa

Perguruan tinggi di Australia melakukan studi dalam inovasi, seperti kecerdasan buatan, komputer yang sangat, dan teknologi modern otomatis tanpa sopir, yang dapat disesuaikan untuk fungsi militer.

Departemen Pertahanan menyatakan bahwa mereka bergantung pada penilaian universitas mereka sendiri untuk mengatur interaksi akademis dengan akademisi di institusi mereka.

“Pada akhirnya, tanggung jawab masing-masing organisasi untuk menjamin bahwa mereka (perguruan tinggi) mematuhi peraturan tersebut,” kata departemen tersebut kepada ABC, dalam sebuah umpan balik mengenai pertanyaan tentang hubungan antara ilmuwan Australia dan China.

Ketika Mahasiswa Cina tinggal mewah di kampus Amerika Serikat

Ketika Mahasiswa Cina tinggal mewah di kampus Amerika Serikat

Ketika Mahasiswa Cina tinggal mewah di kampus Amerika Serikat

Ketika Michael Kwan pindah dari Hong Kong ke Amerika Serikat pada tahun 2012 ke perguruan tinggi, orang tuanya menawari dia alokasi besar untuk biaya hidupnya.

Jumlah pinjaman jauh di atas permintaan universitas University of Illinois di Urbana-Champaign, sehingga Kwan memanfaatkan keuntungan untuk mendapatkan Cadillac Escalade senilai Amerika Serikat $ 80.000 atau sekitar Rp1 miliar.

Dia menyatakan idenya adalah ‘memiliki mobil besar dan juga terbiasa dengan masyarakat Amerika’. Namun Kwan dengan cepat mencairkan langsung ke sekelompok rahasia banyak pemilik mobil high-end di kampus http://super1388.org, semuanya dari China dan juga mereka memiliki mobil berukuran lebih kecil seperti Nissan GT-R dan juga BMW M5.

Menjelang akhir tahun pertamanya, mahasiswa teknik menggantikan Escalade dengan Maserati Quattroporte yang lebih dingin, yang nilainya mencapai US $ 100.000 (setara dengan Rp1,3 miliar). Dia mengendarai mobil barunya ke pertemuan larut malam untuk bermain judi di Agen Bola sehingga undangannya didistribusikan melalui jaringan situs jejaring sosial China WeChat.

Ketika Mahasiswa Cina tinggal mewah di kampus Amerika Serikat

Tanggapan sesama orang Amerika Serikat akan cemburu.

“Ada banyak trainee yang berniat duduk di kursi belakang mobil dan truk saya dan juga beberapa kasus yang saya bawa,” kata Kwan, yang mendiskusikan bahwa dia dan teman baiknya dari China memiliki kecenderungan untuk menjadi lebih kaya daripada trainee lokal

Ragam pelajar Ketika Mahasiswa Cina tinggal mewah di kampus Amerika Serikat yang belajar di sepanjang tahun ajaran 2014-2015 adalah 304.040, naik 11% dari tahun sebelumnya dan juga 5 kali lebih tinggi dari 10 tahun yang lalu, menurut sebuah catatan dari Institut nirlaba Pendidikan Internasional (IIE).

University of Illinois di Urbana-Champaign sendiri memiliki hampir 5.000 peserta pelatihan China dari jumlah total 44.000 peserta, menjadikannya salah satu konsentrasi terbesar murid China di Amerika Serikat.

Dimulai dengan tingkat Midwest Amerika ke kota-kota pesisir, siswa China tidak hanya mengubah lanskap sosial perguruan tinggi Amerika, namun juga mendesak pertumbuhan ekonomi yang cepat. Menurut saya pada tahun 2014, siswa Tionghoa menuangkan US $ 9,8 miliar ke iklim ekonomi Amerika Serikat melalui biaya kuliah, dan juga bukti kekuatan perolehan mereka terlihat jelas di kota tempat mereka melakukan penelitian.

Pemasok mobil

Kota New York adalah lokasi tujuan umum bagi siswa China yang mendapatkan di Amerika Serikat, dan juga Nicholas Lam dari Shanghai sering merupakan individu pertama yang mereka penuhi saat mereka hadir.

Lam lulus dari Stony Brook University di Long Island pada tahun 2013 dan juga mengembangkan sebuah kerajaan perusahaan kecil yang menjual mobil baru serta memanfaatkan mobil ke mahasiswa China melalui perusahaannya, New York Auto Depot.

Petenis berusia 25 tahun itu mengaku tidak tahu banyak tentang mobil saat pertama kali tampil di Amerika Serikat pada 2009.

“Tapi setelah membeli mobil dan truk dengan harga yang kemudian ditemukan tidak tepat, saya memilih untuk mengetahui semua hal yang bisa saya lakukan dan juga memulai organisasi saya sendiri,” jelasnya.

Lam sekarang mempekerjakan 8 anggota staf tetap serta 54 energi di sejumlah universitas di sepanjang Pantai Timur yang membantunya memasarkan mobil dan truk eksotis kepada orang asing seperti Lamborghini Huracan.

“Kami menawarkan kendaraan dengan biaya sekitar satu sistem per bulan,” katanya. Dia menambahkan bahwa mobil mewah dengan biaya patokan orang $ 100.000 terdiri dari sekitar 20% dari penjualan yang lengkap. Inning sesuai dengan Lam, sekitar 95% konsumennya adalah trainee China internasional, terutama meneliti di berbagai universitas antara Boston dan Washington, DC.

Mahasiswa China di Amerika membeli menggunakan mobil dan truk serta mobil baru secara keseluruhan mendekati US $ 15,5 miliar pada tahun ajaran 2012-2013, menurut perusahaan riset pasar CNW Research. Mercedes-Benz, Lexus dan juga BMW dirinci sebagai merek yang paling disukai.